Sirkus Pohon

Sirkus Pohon

Dua minggu yang lalu saya beli novelnya Andrea Hirata yang judulnya Sirkus Pohon. Waktu itu saya lagi cari buku berjudul Sapiens di salah satu toko buku, tapi saya tidak dapat. Jadilah saya menuju bagian novel dan menemukan novel ini yang sampulnya terlihat meriah; ada gambar pohon besar dan orang-orang sirkus. Ya, saya menilai buku dari sampulnya. Saya langsung ke kasir untuk bayar dan bawa pulang novel ini.

Saya mulai membaca bab pertamanya yang menceritakan tentang pohon yang begitu dibenci sama si tokoh utama. Ini pertama kalinya saya membaca novelnya Andrea Hirata dan menurut saya, dia memiliki gaya bahasa yang menarik dan tidak biasa; cenderung puitis dan di novel ini ada unsur kedaerahannya dengan menggunakan kata ni (ini) dan tu (itu). Bab pertama ini menceritakan kekesalan si tokoh utama pada sebuah pohon delima jelek. Saya tertawa-tawa karena diksinya. Sering penulis menjelaskan sebuah objek dengan runtutan kata-kata yang bertubi-tubi yang menurutku sangat lucu.

Saat membayangkan sebuah sirkus, bagaimana kamu menggambarkannya? Mungkin kamu akan bilang menghibur, jenaka, mencengangkan. Saya rasa kata-kata itu cocok digunakan untuk menjelaskan novel ini. Cara penulis bercerita sungguh menghibur. Saya tidak sadar sering tersenyum dan sedikit tergelak saat sedang membacanya. Dan runtutan kisah-kisah di dalamnya benar-benar mencengangkan; bagaimana satu peristwa berhubungan dengan peristiwa lainnya.

Novel ini bercerita dengan sudut pandang orang pertama dan kadang-kadang sudut pandang orang ketiga. Tokoh utamanya adalah seorang lelaki dari Tanjong Lantai, Belitung. Dia putus sekolah karena salah gaul dan ingin menikahi wanita bernama Dinda. Namun sang kekasih memberi syarat agar bisa dinikahi, yaitu mendapatkan pekerjaan tetap. Berbekal dengan ijazah SDnya, dia mencari pekerjaan tetap. Dan ketemulah dia dengan Ibu Bos yang memberinya pekerjaan sebagai badut sirkus. Jadi itulah kenapa novel ini judulnya Sirkus Pohon, karena tokoh utamanya bekerja sebagai badut sirkus. Awalnya saya tidak menyangka dia akan mendapatkan pekerjaan seperti itu di Tanjong Lantai. Saya sangka sirkus hanya ada di kota-kota besar.

Di dalam novel ini ada tiga kisah yang diceritakan. Pertama kisah Hob dan Dinda, kedua kisah pohon delima yang keramat, dan ketiga kisah Tegar dan Tara. Kisah Hob dan Dinda adalah kisah cinta yang indah awalnya, pahit di tengah, namun berakhir dengan melegakan. Kisah pohon delima keramat adalah kisah yang saya sukai karena aneh. Ini tentang phohon delima keramat yang ikut campur dalam politik pemilihan kepala desa. Dan kisah Tegar dan Tara adalah kisah pencarian cinta selama sepuluh tahun. Lama sekali, ya?

Buku ini kabarnya akan menjadi novel trilogi, jadi dua buku lainnya akan keluar. Tidak sabar untuk membaca kelanjutannya karena bagian akhirnya agak menggantung. Setelah membaca novel ini, saya mendapat semangat dari kisahnya si Hob. Apa lagi dari motto yang dia dapatkan dari Ibu Bos: bangun pagi, let’s go! Itu lucu dan memberi semangat.

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Sirkus Pohon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s